Minggu, 17 Mei 2009

Pengenalan Fuel Cell

Akhir akhir ini banyak sekali media ataupun pakar pakar mendengung dengungkan energi alternatif untuk mengatasi krisis energi yang melanda dunia. Krisis ini disebabkan oleh ketergantungan manusia terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi (crude oil), batubata (coal), gas bumi (natural gas) dan lain lainnya.
Energi alternatif yang didengungkan salah satunya adalah Fuel Cell. Fuel Cell (Sel Bahan Bakar) merupakan perangkat elektrokimia yang (Sel Galvani) yang mengubah energi bebas melalui reaksi kimia menjadi energi listrik. Sel ini akan tetap memproduksi energi listrik selama bahan bakar dan oksidannya tersuplai. Komponen dari fuel cell terdiri dari anoda, katalis lapisan anoda , electrolyte, katalis lapisan katoda,
cathode, plat bipolar dan beberapa gaskets untuk mencegah dan atau menutup kebocoran gas antara anoda dan katoda. Fuel Cell ini disusun berulang ulang ( seperti tumpukan fuel cell ) dihubungkan secara seri atau paralel untuk mendapatkan tegangan maupun arus yang dikehendaki. Anoda dan katoda fuel cell berisi lapisan lapisan berpori untuk penyebaran ( difusi ) gas, biasanya terbuat dari material yang konduktivitas elektronnya tinggi ( secata teori konduktivitas, lapisan yang tidak memiliki proton ) seperti lapisan grafit berpori yang tipis. Katalis yang umum digunakan adalah platinum, katalis ini digunakan untul fuel cell bertemperatur rendah. sedangkan untuk fuel cell bertemperatur tinggi menggunakan katalis dari nikel. dan katalis lain disesuaikan tipe fuel cell. Elektrolit terbuat dari material yang menyediakan konduktivitas proton yang tinggi ( secara teori konduktivitas, tidak memiliki konduktivitas elektron ). Jenis elektrolit ini berbeda beda tergantung tipe fuel cell itu sendiri. Plat bipolar ( penghubung ) menampung arus listrik serta mendistribusikan dan memisahkan gas reaktif dalam tumpukan fuel cell.
Reaksi yang terjadi di Fuel Cell


Produk dari reaksi ini adalah air yang dilepas dari lapisan anoda atau katoda bergantung tipe fuel cellnya. Tegangan yang dihasilkan fuel cell hidrogen oksigen secara teori pada suhu 25 derajat celcius dan tekanan 1 atm adalan 1.23 Volt

berikut ini adalah perbandingan dari jenis jenis Fuel Cell



Plastik

Plastik merupakan barang yang sangat vital penggunaannya dalam kehidupan. Walaupun plastik sekarang ini dibenci, namun masih banyak digunakan oleh manusia. Dari tas sampai part otomotif masih banyak menggunakan plastik dikarenakan keunggulannya dari bahan lain.

Keunggulan plastik
1. Ringan dibanding logam maupun keramik
2. mudah diproses
3. Properties dapat dirancang sesuai permintaan
4. Konduktivitas terhadap panas sangat kecil ( dapat
difungsikan sebagai isolator )
5. Tahan terhadap bahan kimia ( tidak korosi )
6. Mudah di daur ulang
7. Mudah dibentuk ( flexible )

Plastik sebenarnya juga berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui semisal minyak bumi, gas alam maupun batubara. sehingga plastik juga berperan dalam krisis energi akhir akhir ini. Namun disini kita tidak perlu membicarakan krisis energi. yang perlu kita ketahui adalah plastik itu sendiri.
Plastik merupakan bagian dari polimer, sedangkan polimer sendiri terbagi menjadi dua yaitu polimer alam dan polimer sintetis. Plastik adalah polimer sintetis disamping karet. Proses pembentukannya melalui reksi adisi ataupun reaksi kondensasi. Polimer menurut kegunaan material dapat dibagi 3 yaitu
1. High Performance Plastic, contohnya : PAI, PEI, PPS
2. Engineering Plastic, contohnya : PC, ABS, PMMA, PA
3. Comodity Plastic, Contohnya : PE, PP, PVC, PS

Sedangkan berdasarkan internal struktur, Polimer dapat diklasifikasikan sebagai berikut
1. Termoplastik
- Molekulnya Linier atau cabang
- Melunak jika dipanaskan
- Dapat dicetak dan dibentuk
- Prosesnya reversible
2. Termoset
- Molekulnya "Close-knit network"
- Sifatnya rigid, tidak dapat larut dan tidak dapat menyatu
3. Elastomer
- Molekulnya "loose knit network"
- elastis seperti karet ( rubber )